Natal 2009 di gereja St. Mikael Gombong memberi sebuah warna yang baru. "Bertolak ke Seberang" adalah tema utama yang dipilih untuk konsep Natal tahun ini. Memang benar tema ini sungguh memberi sebuah gebrakan, membuat tahun ini terasa berbeda dari tahun - tahun sebelumnya. Tema yang simple, namun mampu membawa hal baru dalam nuansa natal di tahun 2009.
Mungkin awalnya sebagian umat bertanya-tanya " Ada apa dengan gereja kita? "Sungguh sangat menggelitik, memaksa kita untuk ikut berpikir dan merasakan bersama perayaan Natal, sehingga secara tak sadar umat ikut menggali pesan Natal di akhir tahun 2009.
Umat diajak untuk menilik kembali kedewasaan iman yang telah dibina selama ini. Meneliti lagi goresan-goresan apa saja yang telah membekas dalam hidup yang berimankan akan Yesus Kristus.
Tema yang singkat, padat, membawa dampak yang teramat berbeda. Mendorong terciptanya karya baru sebagai bentuk apresiasi dari kehidupan umat Katolik.
Kehadiran gua Natal di sudut kanan gereja menambah nuansa yang damai. Gua itu tidak lagi terbuat dari batu-batuan berwarna gelap, dengan tetesan -tetesan air. Tetapi menjadi sebuah gubuk kecil yang sangat sederhana, yah layaknya sebuah kandang. Belum lagi, jika diamati lebih detail ada sesuatu yang sangat menarik. Background dari kandang tersebut bukanlah padang hijau yang luas ataupun indahnya cakrawala, tetapi justru sebuah perkotaan yang penuh dengan gedung - gedung pencakar langit. Mengapa bisa demikian ? Yah, inilah apresiasi dari yang sangat membuat kita terpana sejenak dan memikirkannya. Hal ini menggambarkan dua kehidupan yang sangat bertolak belakang. Menunjukan dengan jelas dua sisi dari realita kehidupan di zaman modern ini. Karya baru yang muncul dari sebuah tema " Bertolak ke Seberang". Menanyakan kepada umat, sudahkah kita melihat sisi kehidupan yang lain? Menyampaikan dengan jelas, bahwa Yesus tidaklah lahir dalam keadaan yang layak, dilengkapi dengan fasilitas - fasilitas yang teramat canggih seperti layaknya seorang bayi yang lahir di era ini.
Di sekitar altar pun tidak dijumpai pohon Natal yang dipenuhi dengan pernak-pernik lucu ataupun lampu gemerlapan. Hal yang sangat mengejutkan! Natal yang identik dengan pohon natal, kini sama sekali tak dijumpai di Gereja St. Mikael Gombong. Menimbulkan pertanyaan yang baru, "Ada apa ini?" Yah, inilah apresiasi dari tema tersebut, "Bertolak ke Seberang". Menilik lagi realita kelahiran Yesus yang jauh dari kemewahan duniawi. Menunjukkan bahwa sesuatu dapat membawa kebahagiaan tanpa harus dipenuhi dengan keindahan. Namun, kesederhanaan yang tulus itu lah yang dapat membuat sebuah kedamaian. Selain itu, di sudut kiri atas pada backgrond, ada sebuah kalimat "Masihkah ada diriku di dalam hatimu ?" Pertanyaan yang menggelitik setiap orang. Menanyakan dengan jelas kepada kita, apakah selama ini Yesus sungguh di hati kita? Apakah sungguh kita telah berimankan akan Yesus? Sudahkah kita merayakan kelahiran Yesus dengan kedewasaan iman? Sudahkah Natal menjadi sebuah ketukan hati dan bukan merupakan formalitas Liturgi?
Umat sungguh diajak memahami arti dari Natal, yang barangkali selama ini hanya menjadi formalitas yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya tanpa alasan dan tujuan yang jelas.
Ada satu hal lagi yang sangat spesial, yaitu Misa Natal Anakyang diselenggarakan Jumat, 25 Des 2009. Tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, misa Natal yang dimulai pukul 07.00 WIB bukan lagi misa biasa, namun misa yang sungguh bernuansa anak -anak. Bahkan seluruh petugas mengenakan topi St. Clause. Selain itu, setiap anak yang hadir pun memperoleh sebuah topi St. Clause, mereka dikumpulkan dan diajak duduk bersama untuk merayakan kelahiran Yesus dalam perayaan Ekaristi.
Suasana ini adalah puncak keistimewaan dari misa Natal 2009. Belum lagi dengan adanya St. Clause yang sangat digemari dikalangan anak anak katolik menambah suasana semakin hidup.
Sungguh nuansa misa Natal anak - anak ini menambah warna baru di gerja St. Mikael Gombong.
Dalam misa Natal Anak ini tidak berarti hanya anak - anak yang terlibat, namun orang dewasa juga diajak untuk ikut terlibat. Bukan berarti tak ada orang dewasa, justru dalam misa ini orang dewasa diajak untuk membuka hatinya, melihat generasi muda gereja. Menyampaikan kepedulian akan hadirnya anak anak Tuhan, ikut terlibat dan mengajak putra putri mereka datang ke rumah TUHAN. Umat dapat melihat seberapa besar kepedulian terhadap kelangsungan gereja Katolik. Menyesuaikan akan adanya keberagaman dalam hidup beriman dan menggereja.
Anak - anak pun merasa begitu bahagia, muncul rona keceriaan bak malaikat - malaikat cilik yang menari - nari merayakan kehadiran Yesus. Dalam misa Natal Anak, romo mengajak putra-putri gereja untuk melihat kehidupan nyata yang diparesiasikan dalam sebuah drama anak yang singkat. Anak - anak diajak untuk memperhatikan teman - teman mereka, peduli kepada sesama, seperti Yesus yang selalu mengasihi murd - muridNya.
Natal kali ini simple namun sangat mengena. Umat dapat mengerti benar, Arti dan makna Natal.
Umat awam bisa mengerti lebih jauh, untuk apa kita merayakan Natal.
Kita diajak Bertolak ke Seberang, menjadi pribadi yang sederhana, seperti Yesus yang lahir dengan penuh kesederhanaan, namun membawa damai selama-lamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar