"Malaikat – malaikat cilik gereja St. Mikael Gombong tak lagi terbang, melainkan duduk beralaskan koran dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dan gereja”
Minggu, 13 Juni 2010 menjadi hari yang sungguh berbeda. Tak seperti biasanya, seusai misa pagi lingkungan gereja St Mikael Gombong menjadi ramai, bukan suara music yang terdengar, melainkan suara anak – anak yang bersiap mengikuti lomba mewarnai dan menggambar dalam rangka 75 tahun gereja yang menjadikan suasana amat berkesan.
Sekitar 120 anak sanggup berkumpul dan dengan penuh semangat menjadi partisipan cilik gereja St. Mikael Gombong. Mereka terdiri dari anak – anak usia pra TK hingga SD dan terbagi menjadi 3 kategori, yaitu lomba mewarnai pra TK dan TK, lomba mewarnai SD kelas 1-3, dan lomba menggambar SD kelas 4-6.
Lomba mewarnai kategori pra TK dan TK berlangsung di TK Pius BU Gombong. Anak – anak sungguh diajak untuk berlatih mandiri karena mereka harus berusaha menyelesaikan lomba itu sendiri dengan mengandalkan kreatifitas mereka. Bersama Sr. Monica dan beberapa pendamping, anak –anak mulai mewarnai lembaran kertas bergambar yang bertemakan 75 tahun gereja. Tak kalah menariknya, di sayap kanan gereja anak- anak SD kelas 1-3 pun berbondong - bondong menata sebuah meja kayu cilik dan mengeluarkan senjata pamungkas berupa crayon untuk mewarnai gambar. Alangkah menyenangkan melihat suasana itu, menyaksikan para orang tua yang menunggu anak – anaknya, membiarkan buah hatinya mengembangkan kreatifitas, dan yang paling penting adalah mendorong mereka untuk menjadi seorang partisipan cilik.
Suasana yang berbeda semakin terasa saat menyaksikan anak – anak yang hanya beralaskan koran duduk di sekitar gedung gereja dan sesekali mengamati bangunan nan tinggi itu dengan saksama bak arsitek cilik. Mereka memegang sebuah pensil, menggenggam penggaris di tangan dan mulai menggoreskan pensil di atas selembar kertas putih. Partisipan – partisipan cilik itu menggambar bangunan gereja St, Mikael Gombong. Mereka duduk dalam kelompok – kelompok kecil di bawah pohon sambil menikmati moment yang langka itu. Bagaikan pesulap, mereka mengubah lembaran kertas putih bersih menjadi penuh goresan dan warna. Nia, salah seorang partisipan cilik menggambar sebuah bangunan tinggi dengan tiga sosok lelaki yang tampak berdiri di depan bangunan itu.Seorang lelaki berada di tengah dengan jenggot yang panjang, seorang lelaki di sampingnya memberikan isyarat perdamaian dengan berpose ‘peace’ , dan seorang lelaki yang lain memegang sebuah kamera. Dengan penuh keluguan Nia menjelaskan bahwa bangunan itu adalah gedung gereja St. Mikael Gombong, sedangkan lelaki berjenggot itu adalah Rm. Yitno, lelaki berpose peace di sampingnya adalah Rm. Bagyo, dan lelaki yang memegang kamera adalah Rm. Paul. Bukan hanya Nia, partisipan cilik gereja yang lain pun sungguh imajinatif. Mereka merupakan cikal - bakal masa depan gereja. Mereka adalah malaikat – malaikat cilik yang mengungkapkan rasa cintanya pada Tuhan dan gereja melalui goresan – goresan tinta dan warna.
Stella Auberta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar