Sabtu, 09 Januari 2010

Mamaku is MaLaikatku..

Selasa, 5 Januari 2010 genaplah usia seorang bernama Lidwina.
" Happy birthday my mom.. " Yah, ulang tahun mam yang ke 55 ini menjadi hariku yang sangat berbeda. Tahun yang lalu, aku mendatangi kamar mama, memeluk dan menciumnya, mengucapkan selamat ulang tahun. Kami pergi ke gereja bersama, menghabiskan hari itu dengan penuh kebahagiaan.
Namun, kini hanya doa yang dapat kuhantar untuk beliau. Hanya dlam mimpiku, aku dapat memeluk dan menggenggam tangannya.
Seorang wanita yang kuat dan tegar, beliau adalah tokoh dalam hidupku. Beliau memberiku kasih, mengajariku arti sebuah kebersamaan. Saat kecil, ibuku lah yang menitahku, dialah yang menggendongku, mengganti popok ku, memandikanku, hingga menidurkanku.
Kini, ibuku sudah jauh diangan. Ibu yang aku kasihi telah menjadi kawan di sisi Bapa. Ia telah menjadi malaikatku.
Sungguh, di luar sangkaku, karena Ibuku telah tiada. Yah, pada hari Jumat 17 April 2009 sekitar pukul 20.00 WIB beliau dipanggil Tuhan di RS Panti Rapih Yogyakarta.
Malam itu, aku baru saja tiba di RS sekitar pukul 19.00. Mendengar suaranya pun tidak, aku hanya memandangnya, mengajaknya berdoa, memberinya semangat untuk melewati masa kritis itu. Dia tidak lagi menyapaku saat aku tiba di RS, dia tidak lagi memarahiku karena aku sering teledor dan ceroboh. Ibuku hanya berbaring. Berat rasanya, melihat kenyataan itu. Terngiang dalam pikiranku semua yang telah aku lalui bersamanya. Semua kata - katanya, semua omelan - omelannya, dan semua candanya.
Aku ingat betul, saat beberapa hari sebelum aku mengantar ibuku ke RS, beliau hanya berkata, "Li, kamu mesti rukun sama tetangga, kamu harus bisa bersosialisasi dengan sesama, kalo kita baik pasti orang akan baik dengan kita, kamu juga jangan lupa urus rumah ya, tagihan - tagihan jangan sampe lupa"
Iya, itu aku ingat betul! Aku mengerti maksud dari ibuku, yakni ketulusan. Aku harus dapat memberi dan menerima dengan ketulusan.. Kalimat itu mungkin sepele, tapi itulah kalimat terakhir yang aku dengar beberapa hari sebelum beliau meninggal..

Saat ini, aku mampu menulis semua masa itu. Aku tak lagi meneteskan air mata, aku tak lagi menjadi seorang yang cengeng.
Kini, aku adalah aku. Seorang yang harus menemani sang Ayah tercinta, menjadi adik yang manis bagi sang Kakak.

"Happy Birthday Mama.." Di hari ulang tahun mama, Lia yakin mama telah bahagia di sana. Doakan lah puterimu ini yang masih di dunia, agar ia semakin menjadi dewasa dan dapat menjadi pribadi yang terus berkembang, berusaha menjadi bocah yang mandiri.. Mamaku adalah Malaikatku ..

" Lia love Mama, Papa, and Ko Ian ^^"

Tidak ada komentar: