Kamis, 26 Agustus 2010

Sejatiku Akan Dirinya

Tiap kali otakku bergeming
kurasakan arus mengalir, menggoncangkan rongga jiwa
kerapkali teriakan batinku bergeming
tergores oleh terjalnya kehidupan

rinduku ini bukan sekadar rindu
damaiku ini bukan semata damai sejati
di sudut batin, di celah jiwa mengecap dingin nya realita
mencium bilur kerinduan akan dirinya
sosoknya yg tak sempat kulihat guratan keriputnya
tawanya yg tak kujangkau seiring pudarnya hitam pekat helai rambutnya
figurnya yg menjadi dambaan kebersamaanku
idaman menghisap dewasaku terjamah peluknya
Bukan!
Aku terlalu berangan jauh
tak usai kusesal
tak usai kuhujat
Cintanya di hidupku
menjadi akar kasihku
haus batinku
lelah jiwaku
enggan ragaku
mengecap rindu
menghisap asa
berjumpa dengannya
ikatan batinku dan batinnya tak berujung
hingga suatu saat yg indah
aku kan berjumpa dengannya dalam damai sejati

Tidak ada komentar: