"Benarkah aku ini animator dan animatris?"
Berteriak, tertawa, dan bercanda itulah ciri khas yang kami bawa dari desa Gombong. Melelahkan namun menyenangkan, pada hari Sabtu - Minggu (10-11/04) kami membakar adrenalin di daerah pegunungan, yaitu Hening Griya Batur Raden.
Meluncur dari Gombong hingga kami hinggap di kaki gunung Slamet sekitar pukul 16.00. Alangkah senangnya ketika kami turun dari mobil dan disambut dengan rona wajah seorang suster yang ramah, Sr. Yuli. Serempak kami berteriak, "Halo suster! Apa kabar?"
Seusai melakukan administrasi dan mengangkut barang - barang kami ke dalam kamar, kami pun bergegas keluar. Bukan teh hangat dan sepotong kue yang kami cari, tetapi justru lokasi indah yang sesuai untuk berfoto - foto ria. Wow, menakjubkan! Orang - orang hanya tertawa geli melihat tingkah kami.
Moment ini menjadi moment spesial, tentunya teramat spesial hingga membuatku tertawa saat kembali terngiang.
Aku merasakan sebuah tali persaudaraan yang erat dan sebuah tali persahabatan di antara animator dan animatris. Terlalu cepat rasanya moment itu terlewati, namun terlalu sulit tuk terlupakan.
Sekitar pukul 18.00 acara dimulai dan sang Dirdios pun memberikan banyak hal, mulai dari sejarah KKI hingga perkembangan KKI di era globalisasi ini. Kami pun di ajak untuk berdiskusi dalam kelompok dekanat masing - masing. Yah, disinilah kami saling sharing, berbagi cerita suka maupun duka sebagai seorang penggerak dan pendamping KKI di paroki kami. Menimba pengalaman baru yang dapat menjadi buah tangan, saat kami kmbali dalam sebuah dinamika paroki.Kami pun menemukan sebuah benang merah, yakni kehadiran Yesus Kristus dalam pelayanan kami, khususnya saat kami mendampingi anak - anak dan remaja katolik dalam paroki masing - masing.
Menanamkan sebuah anekdot dalam kepolosan seorang anak, apapun yang datang pada dirinya secara tiba - tiba, sebutlah nama YESUS, menjadikan YESUS sebagai tokoh idola bagi mereka.
Tanpa terasa,waktu telah larut dan kami pun menutup acara pada malam itu dengan doa malam bersama.
Dinginnya menusuk tulang, sinarnya membangunkan kami di pagi hari yang sejuk dan segar. Berkumpul lagi dalam sebuah ruang yang sunyi dengan alunan musik yang sakral, kami pun berdoa bersama dalam sebuah perjamuan ekaristi.
Walau gerimis mulai membasahi, kami pun tetap semangat. Dalam sebuah animasi, bocah - bocah Gombong ini mengajak para animator-animatris bergoyang bersama.
Di hari yang kedua ini, bersma Pak Yan kami diajak untuk memahami peran KKI dalm kehidupan dalam sebuah paroki. Ditegaskan bahwa KKI tidak hanya beranggotakan anak - anak, namun orang dewasa pun terlbat di dalamnya, tentunya Dewan PAstoral Paroki beserta Romo Paroko pun menjadi bagian dari KKI.Menjadi sebuah rancang grak dan program, dimana kami dapat mensosialisasikan kinerja KKI dalam sebuah paroki, sehingga dapat terjalin kerjasama yang erat demi kemajuan kehidupan gereja katolik di tiap daerah.
Banyak hal yang kami peroleh dan kami serap, semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi kami untuk menjadi seorang animator dan animatris yang dapat menggandeng umat tuk menjadi seorang Laskar Kristus, khususnya harapan kami untuk semakin memajukan dan mempererat tali persaudaraan antar generasi di paroki Gombong.
" Jangan takut dan jangan ragu jadi missionaris Yesus,
satukan semangat SEKAMI doa, derma, kurban kesaksian..
Siapa takut ! CHILDREN HELPING CHILDREN